Rabu, 17 November 2010

INTERNET WORKING OPERATION

INTERNET WORKING OPERATION



Pengertian Internetworking
       Ada banyak teknologi jaringan dengan jaringan, yang berbeda, jalur, dan protokol layer fisik. Jaringan lokal dibentuk dari Ethernet dan teknologi ATM, WAN dibangun  jaringan telepon analog dan digital berbagai tipe, jalur satelit dan jaringan wide-area ATM.
Komputer personal jaringan lokal dihubungkan  ke Internet atau intranet dengan modem, ISDN dan koneksi DSL.
       Untuk membangun network yang terintegrasi (internetwork) kita harus mengintegrasikan beberapa subnet, masing-masing berbasis satu teknologi jaringan. Untuk membuat kemungkinan ini, dibutuhkan:
1.        Mempersatukan skema alamat network yang mendukung paket untuk dialamatkan ke host yang terhubung ke Internet.
2.        Protokol mendefinisikan format paket internetwork dan memberikan aturan menurut yang dihandel.
3.        Komponen Internetworking yang paket route ke tujuannya menggunakan aturan pengalamatan Internetwork, transmisi paket menggunakan subnet dengan variasi teknologi jaringan.
       Gambar di bawah ini menunjukkan sebagian kecil intranet yang berlokasi di Queen Mary dan Westfield College (QMW), Universitas London. Disini catatannya porsi yang menunjukkan gambar terdiri dari beberapa subnet yang interkoneksi oleh router. Subnet berwarna abu-abu diantaranya ada lima, tiga mengeshare IP network  138.37.95 (menggunakan kelas interdomain routing scheme pada sesi 3.4.3). Pengalamatan numeris adalah pengalamatan IP. Router tanpa multiple subnet  dan mereka mempunyai alamat IP untuk masing-masing subnet  dimana saling berhubungan  (alamat ditunjukkan melawan jalur).
Gambar 3.10 Tampilan sederhana QMW Computer Science Network

Elemen-Elemen Internetworking
Internetworking biasanya dibangun menggunakan tiga elemen :
1.        Hubungan data LAN. Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan privete.
2.        Hubungan data WAN. Biasanya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25, ATM, ISDN, Frame Relay.
3.        Device penghubung jaringan. Device ini biasanya dibagi atas beberapa kategori, yaitu repeater, bridge, router, switch dan converter.
       RepeaterRepeater bekerja pada level physical layer dalam model jaringan OSI. Tugas utama repeater adalah menerima sinyal dari kabel LAN yang satu dan memancarkannya kembali ke kabel LAN yang lain. Karena bekerja di level physical layer, repeater mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama. Contohnya, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10Base2.
       BridgeBridge bekerja pada level data link layer pada model jaringan OSI. Bridge fungsinya sama dengan repeater, tetapi bridge lebih cerdas dan flexibel. Karena bridge bekerja pada level data link layer, bridge dapat menyambungkan jaringan yang menggunakan metoda transmisi berbeda dan/atau medium access control yang berbeda. Contohnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Karena kecerdasan dan kefleksibelannya tadi, bridge mampu mempelajari alamat link setiap device yang tersambung dengannya dan mampu mengatur alur frame berdasarkan alamat tadi.
       RouterRouter bekerja pada level network layer pada model jaringan OSI. Router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik dari LAN lain. Contohnya, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda atau menghubungkan data link LAN dengan data link WAN.
       SwitchApabila LAN kita mempunyai beban kerja yang tinggi, penggunaan router biasanya tidak cukup. Ini terjadi karena jalur koneksi yang ada tidak mampu menampung aliran data yang sedemikian besar. Untuk menangani masalah ini, diperlukan tambahan jalur koneksi yang lebih banyak. Agar suatu router mampu menangani tambahan jalur, diperlukan bantuan switch. Switch ini biasanya diimplementasikan dalam bentuk hub dengan fasilitas switching, seperti module assignment hub, bank assignment hub dan port assignment hub.
       ConverterConverter bekerja pada level application layer. Converter merupakan tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan diatas arsitektur network yang berbeda dengan sistem tersebut. Converter bertugas melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak dalam lapisan aplikasi.

Internetwork Heterogen
       Yang dimaksudkan dengan internetwork heterogen adalah internetwork dengan protokol network dan transport yang berbeda-beda. Sebagai contoh, LAN TCP/IP dan LAN Netware. Jika kedua LAN ini digabungkan dalam satu kesatuan jaringan fisik dan data link, yang terjadi adalah internetwork heterogen. LAN heterogen tidak dapat berkomunikasi satu sama lain, dikarenakan perbedaan protokol network dan transport tadi. Internetwork menggunakan bridgeBridge mampu menggabungkan LAN-LAN yang berbeda protokol, karena bridge tidak memeriksa jenis protokol pada frame yang ia lewatkan.
       Keuntungan menggunakan bridge :
1.        Biaya : Bridge cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router.
2.        Kemudahan penggunaan : Bridge lebih mudah dipasang dan dirawat.
3.        Kinerja : Karena cukup sederhana, bridge cenderung mampu menangani trafik yang lebih tinggi.
Kerugian menggunakan bridge :
1.        Volume trafik : Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume trafik total yang relatif rendah.
2.        Broadcast storm : Frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN, dan ini dapat menyebabkan trafik melebihi kapasitas medium jaringan.
3.        Loop : Kesalahan mengkonfigurasi bridge menyebabkan bridge memutarkan frame tanpa henti.
4.        Alamat yang sama : Alamat fisik suatu stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain.
5.        Nama yang sama : Jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan trafik yang berlebihan.

Internetwork menggunakan router
       Penggunaan bridge sangat menguntungkan, karena bridge tidak melihat perbedaan dalam network layer dan transport layer. Dengan demikian, kumpulan LAN yang kita kembangkan akan dipandang menjadi satu LAN biasa. Keunggulan ini akan menjadi kelemahan apabila LAN dikenai trafik multicast. LAN akan ‘kelabakan’ menangani banyaknya trafik. Untuk menangani hal ini, LAN harus kita isolasi dengan menggunakan router. Router bekerja di network layer, sehingga ia hanya meneruskan data yang sama protokolnya dengan protokol yang ia implementasikan.
       Keuntungan menggunakan router :
1.        Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban network karena trafik jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2.        Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialam jika menggunakan bridge.
3.        Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
4.        Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
5.        Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
6.        Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.
       Kerugian menggunakan router :
1.        Tergantung pada protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
2.        Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripad bridge.
3.        Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.
4.        Sistem tak terjangkau. Penggunaan tabel routing statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

       Perencanaan Internetwork TCP/IP
       Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus  diperhatikan oleh manajer jaringan adalah :
      1.        Topologi backbone
      2.        Alokasi IP address
      3.        Pengaturan routing
      4.        Penempatan server
      5.        Penanganan protokol jaringan yang berbeda

2.        A        Topologi backboneTopologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes, yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.
       Kelebihan topologi Snow Flakes adalah :
1.        Beban routing terdistribusi dengan baik.
2.        Pengontrolan dan operasi internetwork terpusat pada titik-titik star tersebut.
3.        Troubleshooting internetwork lebih mudah.
       Alokasi IP address
       Manajer jaringan harus menganggap IP address adalah resource yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. IP address bagi setiap komputer yang terhubung ke jaringan internet harus unik, tidak boleh ada satu komputer yang mempunyai IP address yang sama dengan komputer lain. Terdapat macam-macam cara yang digunakan untuk mengatur penggunaan IP, yaitu penggunaan subnetting dan IP proxy.

Pengaturan routing
       Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan penggunaan routing statik hanya digunakan pada kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya routing dinamik.
Keuntungan routing dinamik :
1.        Route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain.
2.        Dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi internetwork ( penambahan workstation, putusnya jaringan, dan sebagainya ).
3.        Penanganannya lebih mudah daripada routing statik.
Protokol routing dinamik yang banyak digunakan dalam internetworking TCP/IP adalah :
1.        RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector.
2.        OSPF (Open Shortest Path First) yang menggunakan algoritma link-state.
       Penempatan serverPenempatan server yang dimaksudkan disini mengacu pada mesin-mesin yang mempunyai tugas memberikan informasi pada client dalam suatu internetwork. Server-server tersebut digunkan untuk memberikan informasi kepada internetwork, misalnya DNS server, dan untuk memberikan informasi secara umum, seperti FTP dan WWW server. Server-server ini mempunyai kecenderungan trafik yang tinggi dibandingkan dengan workstation.
       Penempatan server yang baik dalam internetwork mampu mendistribusikan beban trafik di jaringan. Ini terjadi karena sifat beban trafik antar server berbeda-beda. Server seperti DNS server sering diakses, tetapi ia hanya memberikan informasi yang kecil, sedangkan FTP dan WWW server tidak terlalu sering diakses, namun informasi yang ia berikan jauh lebih besar daripada DNS. Yang biasanya dilakukan pada DNS server adalah mendistribusikan informasi pada dua atau tiga server dalam internetwork yang besar.

Penanganan protokol jaringan yang berbeda
       Internetwork yang ada biasanya tidak hanya menangani satu protokol jaringan. Contohnya adalah internetwork yang terdiri dari protokol TCP/IP dan IPX/SPX. Pada internetwork yang menggunakan router (TCP/IP) , elemen internetwork dengan protokol yang berbeda tersebut hanya mampu berkomunikasi sebatas sampai router saja. Agar elemen ini mampu berkomunikasi dengan elemen lainnya yang terpisah dari router, digunakan metode tunneling. Dengan metode tunneling, elemen-elemen internetwork tersebut mampu berkomunikasi dengan protokolnya diatas protokol TCP/IP.


 DAFTAR RUJUKAN

Comer, Douglas E. (1991). Internetworking, with TCP/IP. USA : Prentice Hall Inc.
ferico yudhistira. 2008. Dasar-dasar Network, (Online)   (http://www.ico354.co.tv/2010/01/dasarnetwork.html, diakses tanggal 15 November 2010).
Risanuri. Networking dan Internetworking, (Online) (http://te.ugm.ac.id/~risanuri/distributed/ringk/bab03.pdf). Diakses online tanggal 15 November 2010.

0 komentar:

Posting Komentar